WOS Research id

Minggu, 01 Juli 2012

MUNA LIMESTONE FOR AGRICULTURAL LIME

Introduction

Peta Geologi Kabupaten Muna (klik perbesar)
Muna is that one of 5 big island on southeast sulawesi, from the early of figuration of Southeast Sulawesi administrative, Muna already known as one oldest kingdoms lay at southeast Sulawesi arm. Muna People known as Muna ethnic is agro culture livelihood. Their famous agro commodity is jambu mette (cashew) and Jati Muna (hardwood teak).

Muna island have uniq geology condition. Muna island almost covered by quarter limestone. with topography karts make Muna Island are famous with their exotic landscape, one of famous karst topography is Liangkabori cave. This cave not only shown some karst figure but also has fossil and prehistory human painting.

Muna island with 268.140 people live there and population density about 40 – 150 soul/km2 (BPS Sultra sensus 2010). Muna GRP almost Rp.840.242.000.000 make income percapita nearly Rp. 3,133,594 per years equal USD 348 per years (if USD 1 = Rp. 9.000). Muna economic growth is up 7% per years with unemployment decreasing under 1000 soul/years but BPS 2012 record says Muna people live under poor line is around 59.900 peoples.

Bappenas RI analysis economic growth and poor decreasing of Muna Region shown that Muna region is low growth economy but pro-poor. So the Muna government main challenge is to keep the affectivities and efficiency pro-poor program also in same time to push economic growth with some acceleration program at priority sector such as agro industry, fishery industry, services and trading.

To us as geologist on Southeast Sulawesi is question that what contribution can we make to answer this Muna problems. With our geology knowledge about characterize of earth and with a little understanding of geology economic of mineral. 

So let us as geologist expert give Muna government some positive advise to develop their economic with their geology potential to acceleration agro industry sector. We as geologist understanding that Muna geology is covered by quarter limestone. so let we give some few clearly about Muna limestone, limestone economic value and how to limestone production.

Limestone Utilize

Limestone is carbonate rock containing calcite CaCO3 dominant. Limestone with composite High Calcium become useful to plantation growth process. So Limestone with CaCO3 can be process to agricultural lime or aglime using some kind of processing with or without chemical part. Another beneficiary from limestone is this main raw material for cement industry.

Produksi Kapur Pertanian
But for low technology and low capital modal for develop economic value of Muna Region base from limestone potential. We recommended to Muna limestone use is targeting to agricultural lime. This program can be done by Muna people for their growth income percapita cause this mineral development is not use high tech and not need massive capital so poor people can be effort this industry so poor people can be decrease rapidly and another hand economic growth can be maintain.

Mining and Mineral Processing

Mining of Muna limestone for agricultural lime can be done with surface mining or quarry. Surface mining or quarry can be open pit or open cast method. Mining eguipment for Muna limestone quarry depend on how much capital their use. For poor people can be manage by koperasi and using some basic conventional tool such as mattock, shovel and cart for hauling raw material to mill plant. For Muna limestone mining equipment for small scale mining with sufficient capital can be using semi mechanizes or full mechanizes with dozer, excavator and truck.

After Muna limestone mining than material must be crashing using on milling processing into certainly size. Usually with output around size 8 to 60 mesh than by burning processing or hydro processing for next grade or final processing for Muna limestone to agricultural lime.
According to practice use in agriculture shown that agricultural lime particles between 8 mesh and 60 mesh (wikipedia) are somewhat effective and particles smaller than 60 mesh are 100 percent effective to penetrate acid soil.

Demand of agricultural lime

Demand of agricultural lime is high cause of their wide function purpose in agriculture even now is using in mining reclamation for acid soil. Agricultural lime is use in paddy farm, shrimp pond, water supply and farm.
Demand of agricultural lime will increase year after year cause primary by the application of modem chemical fertilizers is a major contributor to soil acid by the process in which the plant nutrients react in the soil (wikipedia).

People of Indonesia nearly 2 billion souls and 80% is living on village with 80% of them is farmer. Southeast Sulawesi people around 2 million and 90% is farmer. Muna people around 2 hundreds people and 92% is farmer. With dry land suitable for farms and 60% soil is need pH treatment (very acid to semi acid) than domestic demand for agricultural lime is very high.

Government Policy

In order to develop Muna limestone resources and anticipate the increase demand agricultural lime for agro industry purpose. Government of Southeast Sulawesi and Muna Regency has several top issue, which will promote the growth of investment, increasing production of Muna limestone and export of agricultural lime.
First issue for agricultural lime is to arrange some limestone area to become mining permit area for Muna local and small scale miner.
Second issue is to help sustain of agriculture lime industry than government of southeast Sulawesi dan muna must concern about suitable local regulation and simple bureaucracy for mining permit process.
Third issue is technical and financial adviser for local small scale miner to improve their technical for fertilizer product and environmental management.
Four issue is to open same private company from domestic or foreign capital but with limitazion and their must maintain local mining company and industry for Muna limestone so it will growth to gather.

We believe if this four main issue can be done than Muna limestone and agricultural lime industry can be primer industry for booster muna regency prosperously.

For more technical helping and consultation about Muna limestone and agricultural lime process including how to arranger mining permit process etc, Please contact us at Dinas ESDM Sulawesi Tenggara (Energy and Mineral Resources Service of Southeast Sulawesi) Jl. Malik Raya No. 3 Kendari-Indonesia. Tel. +62-401-3127147 or email : makkawaru@gmail.com.


Free Links Directory

Minggu, 10 Juni 2012

Rawan Bencana Alam Geologi Daerah Sulawesi Tenggara

Terminologi rawan bencana alam geologi terdiri dari kata pokok dua kata yaitu Bencana Alam (Natural disaster) dan Geologi (geology). Bencana Alam (natural disaster) adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia(wikipedia). bencana alam (natural disaster) dapat terjadi akibat 2 faktor yaitu endogen dan eksogen dari dari bumi (earth). 
Geologi (geology) yang berasal dari kata geo yang berarti bumi dan logos yang berarti ilmu merupakan suatu kegiatan keilmuan yang mempelajari aktifitas bumi (Zulfikarbasyuni). Berarti rawan bencana alam geologi merupakan bencana alam (natural disaster) yang diakibatkan oleh aktifitas alam itu sendiri akibat dari karakter khas bumi tempat terjadinya bencana yang memberikan dampak besar bagi populasi manusia. Jadi bukan bencana alam yang diakibatkan oleh manusia seperti banjir, kebakaran hutan, gedung runtuh akibat kesalahan konstruksi, dan kapal tenggelam atau pesawat jatuh.

Bencana Alam Geologi (Earth Natural Disaster)  
Bencana alam geologi bisa terjadi akibat dari aktifitas bumi yang disebabkan oleh 2 faktor yang saling terkait yaitu : faktor endogen bumi dan faktor eksogen bumi. Faktor endogen bumi terjadi akibat aktifitas bumi itu sendiri seperti gempa tektonik akibat dari pergerakan lempeng (tektonik lempeng), dan letusan gunung api (volkanik) akibat aktifitas magma. Sedangkan faktor eksogen bumi terjadi akibat gaya alam dari luar bumi seperti perubahan iklim, dan tingginya intensitas hujan.
Jenis Rawan Bencana Alam Geologi berdasarkan Peraturan Pemerintah no.27 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) antara lain adalah :


  1. Rawan letusan gunung berapi;
  2. Rawan gempa bumi;
  3. Rawan gerakan tanah;
  4. Rawan zona patahan aktif;
  5. Rawan tsunami;
  6. Rawan abrasi; dan
  7. Rawan bahaya gas beracun
Geologi Daerah Sulawesi Tenggara
Geologi daerah sulawesi tenggara (sultra) tidak lepas dari tatanan geologi pulau sulawesi. Startigrafi atau yang biasa dikenal dengan susunan litologi (batuan) dari pulau sulawesi di pengaruhi akibat pertemuan dari 3 lempeng besar yaitu lempeng eurasia, hindia-australia dan lempeng samudra pasifik (Sompotan). 
Akibat tumbukan 3 lempeng tektonik tersebut maka litologi daerah sulawesi tersusun kedalam 4 lajur geologi utama yaitu :Akibat tumbukan 3 lempeng tektonik tersebut maka litologi daerah sulawesi tersusun kedalam 4 lajur geologi utama yaitu :

  1. Lajur Vulkanikk Sulawesi barat
  2. Lajur Malihan Sulawesi Tengah
  3. Lajur Ofiolit Sulawesi Timur
  4. Keping Benua
Untuk daerah sulawesi tenggara karena termasuk kawasan pertemuan 2 lempeng tektonik, yaitu lempeng benua australia dan lempeng samudra pasifik, maka litologi penyusun geologi sulawesi tenggara, yakni :

  1. Keping benua
  2. Kompleks Ofiolit
  3. Molasa Sulawesi.
Dimana litologi tersebut pada umur geologi kenozoikum akhir dikoyak oleh sesar mendatar (strike slip fault) (Surono, PSG).
Sesar yang merupakan bagian dari struktur geologi terjadi akibat pergerakkan lempeng tektonik. Sesar yang terjadi di daerah sulawesi tenggara yang aktif hingga sekarang adalah sesar Lawanopo, sesar Kolaka, Sesar Matarombeo dan sistem sesar Konaweha. 
Tumbukan lempeng tektonik juga menghasilkan morfologi daerah sulawesi tenggara berupa pegunungan, perbukitan dan pedataran.


Daerah Rawan Bencana Geologi Sulawesi Tenggara
Berdasarkan kondisi geologi daerah sulawesi tenggara yang unik akibat tumbukan lempeng tektonik tersebut, maka akan menghasilkan ragam litologi dan pola struktur geologi yang menghasilkan berbagai potensi geologi.
Potensi geologi bisa bernilai positif seperti munculnya mineral yang khas dan bernilai ekonomis tinggi seperti nikel, emas, aspal, batugamping (limestone) dan minyak bumi dan gas (migas). Serta potensi geologi yang bernilai negatif seperti gempa bumi, tanah longsor, abrasi, land subsidence serta tsunami. 
Wilayah sulawesi tenggara yang terletak pada lengan bagian tenggara pulau sulawesi, memiliki daerah rawan bencana geologi akibat dari kondisi geologinya yang khas. Dengan teknologi penginderaan jauh, daerah rawan bencana alam geologi di sulawesi tenggara tersebut dapat dengan mudah dilihat.
Kejadian-kejadian yang di akibatkan bencana alam geologi di daerah sulawesi tenggara sendiri dapat dilihat dari data yang di miliki oleh dinas energi dan sumberdaya mineral (ESDM) provinsi sulawesi tenggara sebagai berikut :

Peta Rawan Gerakan Tanah Sulawesi Tenggara
  1. Bencana Alam Geologi akibat dari  gerakan tanah di desa Ranteanging Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara mengakibatkan kerugian 6 rumah hilang disapu oleh material rombakan
  2. Bencana Alam Geologi akibat gempa bumi dengan magnitude 6.2 yang terjadi di Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara mengakibatkan kerugian sebanyak 111 rumah rusak berat dan sebagian rata dengan tanah, sementara 249 rumah rusak ringan berupa retak-retak.
  3. Bencana Alam Tsunami di kepulauan Pulau Babi Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara

Dinas ESDM telah melakukan pemetaan daerah bencana alam geologi akibat oleh gerakan tanah di Sulawesi Tenggara dengan hasil sebagai berikut :

  1. Daerah rawan bencana alam geologi gerakan tanah dengan potensi kejadian tinggi dapat terjadi di kabupaten kolaka utara, kolaka, konawe bagian utara,konawe dan Buton 
  2. Daerah rawan bencana alam geologi dengan potensi kejadian sedang dapat terjadi di kabupaten kolaka utara, kolaka, konawe, konawe utara, konawe selatan, kota kendari, Buton dan bombana
  3. Daerah rawan bencana alam geologi dengan potensi kejadian rendah dapat terjadi di seluruh kabupaten di sulawesi tenggara

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta. Jika ingin mendapatkan informasi terkait dengan peta serta detail wilayah rawan bencana alam geologi untuk gerakan tanah di wilayah Sulawesi Tenggara dapat langsung menghubungi kantor Dinas ESDM Sulawesi Tenggara jl. Malik raya no. 3 kendari tlp. (0401) 3127147 atau email ke geologisultra@yahoo.co.id.


Peran Geologi
Peran ahli geologi baik itu yang berada di pemerintah baik pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara serta lingkungan Akademisi seperti Universitas Haluoleo, Universitas 19 November Kolaka, dan SMK Geologi Tambang Sulawesi Tenggara serta Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sulawesi Tenggara sangatlah penting dan berarti.
Baik berupa penelitian maupun saran dan rekomendasi.
Disamping itu haruslah para ahli geologi membentuk sebuah data base bersama tentang bencana alam geologi sulawesi tenggara sehingga dari data tersebut dapat dilakukan dilakukan penataan dan penyebarluasan informasi daerah rawan bencana alam geologi yang berada di provinsi sulawesi tenggara. 
Mari bersama membangun geologi sulawesi tenggara yang dapat mempercepat pembangunan sulawesi tenggara...kan ada pepatah ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul. 
  
Enhanced by Zemanta