WOS Research id

Selasa, 01 Mei 2012

Potensi Geologi Kawasan Teluk Bone



Sungguh suatu karunia tuhan yang maha esa menciptakan alam dengan potensinya yang beragam sehingga dapat memberikan manfaat yang baik bagi manusia.
begitu pula dengan alam pulau sulawesi yang berbentuk unik dengan membentuk huruf "k" yang berdasarkan ilmu geologi akibat dari dua busur pulau yang beda bertemu. Busur sulawesi barat yang membentang dari selatan ke utara dan busur sulawesi timur yang membentang dari tenggara ke timur laut.

Menariknya adalah busur sulawesi barat dengan kondisi geologinya yang didominasi oleh aktifitas vulkanik dengan meninggalkan jejak gunung api baik aktif maupun tidak aktif. Kebalikan dengan kondisi geologi busur sulawesi timur yang didominasi aktifitas marine dengan meninggalkan jejak akan kompleks ofiolit dan batugamping yang sangat luas.Jika meminjam mitologi cina maka busur barat sesuai adalah unsur Yang (panas/positif)dan busur timur sebagai unsur Ying (dingin/negatif) suatu kombinasi yang serasi dan saling mengisi.

Demikian pula dengan potensi mineralnya jika busur barat kaya akan logam-logam yang berasiosiasi dengan aktivitas volkanik seperti besi, tembaga, dan emas. untuk busur timur kaya akan mineral logamnya seperti nikel, krom dan kobalt.
Lebih khusus lagi adalah daerah sekitar teluk bone dimana tempat terjadinya pertemuan antara kedua busur kepulauan sulawesi barat dan timur. Potensinya berkembang hingga di kedua daerah sekitar teluk tersebut memiliki potensi yang lebih beragam seperti minyak dan gas bumi.

Teluk bone adalah teluk yang berada di antara 8 kabupaten di wilayah administrasi Provinsi Sulawesi selatan dan 5 kabupaten di wilayah administrasi Provinsi Sulawesi tenggara. Berarti ada 2 pemerintah provinsi dan 13 pemerintah kabupaten yang berperan penting. Sungguh sesuatu potensi kerjasama yang luar biasa besar dan kuatnya. Ke tiga belas pemerintah kabupaten tersebut adalah Kab. Kepulauan Selayar, Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, muna, dan Kota Baubau.

Untuk jumlah penduduk menurut data BPS pada tahun 2010 saja tercatat 2,859,240 jiwa berada di 8 kabupaten di Sulawesi Selatan sedangkan 1,099,173 jiwa berada di 5 kabupaten di Sulawesi tenggara. Jadi total 3,958,413 jiwa yang berdiam di sekitar teluk bone. Andaikan 50%nya saja yang merupakan usia produktif maka sekitar 1,979,206 jiwa yang dapat menjadi potensi besar bagi market dan pasar tenaga kerja.

Kembali kepada potensi sumberdaya geologinya yang berupa mineral logam dan migasnya dimana jika di satukan potensinya diantara 13 kabupaten tersebut akan menjadi kekuatan industri baja nasional dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Potensi mineral logam besi dari data badan geologi untuk daerah Sulawesi Selatan berjumlah 152 Milyar ton dengan potensi gas sebesar 100 MMSCFD dan masih ada sekitar 563 BSCF, sedangkan dari data dinas ESDM Sultra mencatat untuk nikel sebesar 43,786,223,024 WMT.

Jika mengacu kepada PERMEN ESDM No.7 tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah (PNT) mineral logam terutama logam dasar besi dan nikel, pada lampiran 1 dari PERMEN tersebut mengarahkan PNT untuk besi menjadi sponge iron atau pig iron sedangkan nikel diarahkan menjadi Nikel mate, FeNi, Nickel Pig Iron atau Sponge FeNi (Crude FeNi). Artinya industri logam dasar sudah dapat teritegrasi dalam kawasan teluk bone serta memiliki kecukupan energi melalui gas alamnya yang dapat dikonversi menjadi listrik (PLTGU).

Pemerintah Sulawesi Tenggara dan pemerintah Sulawesi Selatan telah melakukan penjajakan hubungan kerjasama regional dengan nama kerjasama regional Kawasan startegi Teluk Bone. Beberapa kali pertemuan telah dilaksanakan dengan agenda utamanya adalah kerjasama dibidang kelautan perikanan, pariwisata, energi dan sumberdaya mineral.



Kesepahaman pengembangan potensi-potensi tersebut telah terjalin dan khusus untuk potensi energi dan sumberdaya mineral adalah mendorong pengembangan industri baja stainles dengan bahan baku logam aloy yang dimiliki oleh daerah di dalam kawasan teluk bone dengan menggunakan energi yang sumber utamanya adalah gas alam.

Mari kita wujudkan strategi kerjasama ini...demikian pula bagi geolog sulawesi tenggara baik itu geologi yang berada di institusi pemerintah, swasta atau bahkan asosiasi perkumpulan para ahli geologi (IAGI) untuk memberikan kontribusinya dengan melakukan inventarisasi dan pemetaan potensi logam di daerah kawasan teluk bone ini.

Maju terus geologi sultra, maju ekonomi daerah sekitar teluk bone dan jayalah indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar